TNI Jadi PR Ing BKKBN

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty menemui Panglima TNI Moeldoko, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur dalam memperkuat program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, di seluruh pelosok tanah air.Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty menemui Panglima TNI Moeldoko, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur dalam memperkuat program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, di seluruh pelosok tanah air.

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty menemui Panglima TNI Moeldoko, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur dalam memperkuat program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, di seluruh pelosok tanah air.

JAKARTA, indopos.co.id – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali memperbaharui kerjasama dengan TNI. Kamis (18/6), Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty menemui Panglima TNI Moeldoko, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur dalam memperkuat program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, di seluruh pelosok tanah air.

”Kami meminta untuk memposisikan Babinsa sebagai PR ing BKKBN di seluruh nusantara. Ada 55 ribu lebih dari angkatan darat yang bisa terlibat, belum lagi angkatan laut udara,’’ terang Moeldoko bersemangat.

Menurutnya, membantu BKKBN dalam program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga bukan hal baru. Sudah ada sejak zaman orde baru, yang dikenal dengan ABRI masuk desa. Progam itu pun tidak pernah putus. ”Hanya pola dan pendekatannya saja yang berbeda,’’ tambah Moeldoko lagi.

Senada dengan Moeldoko, Surya Chandra juga mengakui kalau kerjasama BKKBN dengan TNI sudah berlangsung lama dan terus berkesinambungan. Bahkan, bisa dikatakan program kerja dan kerjasama selalu menghasilkan ide dan pengembangan baru. Pasalnya, masyarakat bisa dengan mudah menerima keberadaan TNI yang dianggap mampu sebagai pengayom dan memberikan rasa aman apabila ada TNI yang melindungi.

”Pendekatan yang dilakukan oleh TNI berbagai pola, ada dengan kearifan lokal, bisa juga melalui psikologis. Bahkan, TNI mampu memberikan pandangan dan pendekatan yang baik, meski sedikit memaksa, tapi masyarakat merasa tidak terpaksa. Begitulah pengalaman evaluasi yang kami bisa katakan kerjasama selama ini,’’ aku Surya Chandra.

Surya Chandra juga mengatakan berbagai kegiatan akan terus digarap. Termasuk memberikan semacam kurus bagi para TNI agar memiliki metode pendekatan yang terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Kegiatan lain, pencanangan bhakti sosial KB Kesehaatan yang merupakan kegiatan yang strategis dengan adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Pemahaman lain, agar TNI juga memahami, tugas dan fungsi BKKBN semakin berat karena dalam mengemban tugasnyabertanggungjawab terhadap urusan pemerintahan bidang Pengendalian Penduduk dan KB dengan 4 sub urusan, yang meliputi Pengendalian jumlah penduduk, Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera, Standarisasi pelayanan dan sertifikasi.

Pemerataan informasi dan keberhasilan KKBPK sangat penting karena beberapa ukuran kinerja program ini akan dievaluasi melalui Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Apapun hasilnya akan menjadi salah satu standar penilaian RPJMN 2015-2019. Pada sisi yang lain juga perlu didiskusikan arah dan strategi pembinaan generasi muda yang kita kemas dengan Tagline “GenRe” atau “Generasi Berencana”, kemana arah, apa bentuk kegiatan yang riil dan dapat dikerjakan di lapangan sebaiknya berbasis pada kearifan lokal sebagai bagian dari budaya lokal setiap daerah. Sejarah mencatat bahwa, kiprah TNI dalam program KB dimulai sejak tahun 1967 dan terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat dan lingkungan strategis yang ada.

Lebih Lanjut Surya Chandra mengatakan komitmen TNI terhadap masalah kependudukan tidak pernah diragukan dan patut diacungkan jempol. Komitmen tersebut tidak pernah luntur, bahkan ketika program KB mengalami masa yang tidak menguntungkan pada saat awal pelaksanaan otonomi daerah yang dimulai tahun 2004, sebagai masa transisi menjalani era otonomi, program KB mengalami masa sulit, tanpa kepastian, karena tidak masuk dalam rumpun yang diserahkan kepada Pemda Kabupaten/Kota, tetapi tidak pula terdapat dalam 6 (enam) program yang tidak diserahkan kepada Pemerintah Daerah.

”Dalam kondisi seperti itu Jajaran TNI tetap tampil sebagai mitra utama dalam menegakkan kampanye keluarga kecil melalui berbagai kegiatan seperti TMMD, TMKK, dan saat ini dalam bentuk Bakti Sosial (Baksos) TNI – KB Kesehatan,’’ tutupnya. (nel)

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =